Ordered list dan unordered list. Mungkin dua istilah ini sudah tidak asing bagi Anda yang sering berkutat dengan web design atau hal-hal sealiran itu. Kalau Anda sudah mahfum tentang “Bullets and Numbering”, sederhananya : unordered list itu “Bullets” dan ordered list adalah “Numbering”nya. Daripada daku banyak cingcong, langsung aja dengan contoh ya?

Ini contoh numbering di wordpress :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. dst.. (padahal karena tidak hafal soalnya ini yang paling panjang :-p)

Nah, mau yang lebih sok gaya?

Langsung contoh aja, ya?

  1. Tiga
  2. empat
  3. Lima

Codenya adalah sebagai berikut
<ol start=”3″>
<li>Tiga</li>
<li>empat</li>
<li>Lima</li>

</ol>

Perhatikan bahwa ada parameter (dalam HTML dinamakan properti) dengan value “3″. Ini menunjukkan kalau numbering dimulai dari angka 3. Bisa juga dengan disisipi nomer yang lain. Untuk properti yang berbeda, langsung contoh aja ya? (Saya benar-benar payah dalam menjelaskan…)

  1. Oseng-oseng Daun Ganja
  2. Tongseng Opium Aroma Topi Miring

Codenya? Yuukk…
<ol type=”A”>
<li>Oseng-oseng Daun Ganja</li>
<li>Tongseng Opium Aroma Topi Miring</li>
</ol>
Value yang lain adalah “i”, “I”, “a”, dan “1″ (default). Bedanya sudah mahfum, kan?

Untuk unordered list alias bullet, contohnya seperti ini…

  • Neraka
  • Surga
  • Miskin
  • Kaya

Agak berbeda dengan biasanya? Itu karena codenya disisipi nyang beginian nih …

<ul type=”circle”>
<li>Neraka</li>
<li>Surga</li>
<li> Miskin</li>
<li>Kaya</li>

</ul>

Value yang lain adalah disc (seperti biasa : bulat item ) dan square (kotak).
Kalo ada yang salah maafin dan mohon koreksinya yaa… ^_^ V