Satu saat seorang sufi tengah tenggelam dalam doa-doanya. Setan datang menghampirinya dan berkata,”Sampai kapan kau akan terus seperti ini, memanggil-manggil Tuhan. Diamlah Kau, Tuhan tak akan pernah menjawabmu!”

Sufi itu menjadi teramat sedih dan termenung diam. Ia tak meneruskan doa-doanya.

Pada malam harinya, Nabi Khidir hadir dalam mimpinya dan bertanya,”Mengapa Engkau berhenti menyeru Tuhanmu? ”Karena jawaban dariNya tak juga kuterima,” kata sufi itu.

Khidir menjawab,”Tuhan sendiri yang menyuruhku datang padamu. Dia berkata: Bukankah Aku yang memerintahkanmu untuk berdoa? Bukankah Aku yang menyibukkanmu dengan namaKu? Rintihanmu memanggil namaKu: Allah, Allah, Allah! Adalah jawaban-Ku untukmu.

”Kerinduanmu padaKu adalah utusanku bagimu. Akulah sumber dari semua air mata dan rintihanmu. Akulah yang memberi sayap bagi iringan munajatmu.” ( )